Category Archives: Celoteh Traveler

Wisata Anti Main Stream Di Danau Tempe

Standard

Halu-halu blog dan yang sudi membaca blog saya.. lup youu.. 😀

Kali ini saya bercerita seputar kota Sengkang. Kota tempat saya pernah menghabiskan hidup selama kurang lebih setahun. Sengkang, merupakan ibukota salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang bernama Kabupaten Wajo. Lokasinya cukup jauh dari Makassar kurang lebih 200Km bila menempuh jalur Pare-pare namun bisa sekitar 180Km bila menempuh jalur yang singkat Bulu’dua atau Camba. Nah, selama setahun disana buat saya yang selalu “gelisah” dan gak bisa tenang untuk tidak mengeksplor apa sih yang menarik dari kota yang terkenal dengan Kota Sutera tersebut. Baiklah kita mulai saja ya..

Entry Point Wisata Danau Tempe

Entry Point Wisata Danau Tempe

Read the rest of this entry

Advertisements

Day 10 (June 14th,2013) Time to come home,Makassar!

Standard

Matahari belum muncul saya dan Indira pagi itu sudah bangun, subuh sekali..jam 4.30 kami telah bangun  dan bersiap-siap.  Yah maklum saja yah, kami harus menempuh kembali perjalanan 40 KM menuju Pelabuhan Padangbai, untung saja kali ini kami tidak harus naik motor menuju Padangbai tetapi diantar mobil oleh salah satu kerabat Paman saya, Om Rahmat. Alhamdulillah..Setelah shalat subuh sekitar pukul 05.15 kamipun berpamitan untuk berangkat ke Padangbai. Namun jarak 40KM bukanlah jarak yang dekat untuk ditempuh walau dengan mobil sekalipun.

bye padang bai...

bye padang bai…

Read the rest of this entry

Day 9 (June 13th,2013) Explore Denpasar!

Standard

Selamat pagi Denpasar, hari ini satu-satunya kesempatan untuk berjalan-jalan. Sebenarnya saya sudah sering ke Denpasar, ya karena adik dan paman saya tinggal disini. Namun ini merupakan kali pertama bagi Indira, maka saya menjadi host baginya disini. Pagi hari tante saya mengajak kami ke pasar tradisional Bali agar Indira bisa merasakan kehidupan Bali. Sangat berbeda dengan kota-kota lain, unsur etnik dalam balutan religius sangat kental terasa. Pagi hari umat Hindu Bali akan melakukan sembahyang dan menaruh canang (wadah dari daun dengan isi bunga dan dupa) sebagai pelangkap ibadah mereka. Di siang hari kami memutuskan untuk berjalan-jalan sekali lagi melihat kota Denpasar. Salah satu yang saya sukai saat berjalan-jalan di Denpasar saat itu adalah, karena saya akhirnya dapat izin berkelana dengan sepeda motor (karena sebelumnya saya selalu diantar) maka mulailah kami berkelana, apa yang menjadi tujuan pertama kami adalah pusat kota Denpasar..lagi-lagi museum!

andalan wisata, museum!

andalan wisata, museum!

 

Read the rest of this entry

Day 8 (June 12th,2013) Bye West Nusa, Hey Bali!

Standard

Hari ini kami akan menyeberang ke Bali, namun sebelum pulang kami menyempatkan untuk membeli oleh-oleh khas Lombok. Untuk oleh-oleh makanan bisa didapatkan di Toko Phoenix, di tempat tersebut banyak menjual manisan rumput laut, dodol, dan kue khas Lombok dan untuk aksesoris mutiara ataupun baju dapat ditemui di Jalan Umar Maya, disana bisa ditemui harga yang terjangkau.

lombok surga mutiara

lombok surga mutiara

Read the rest of this entry

Day 7 (June 11th,2013) Gili..li..li..li..li

Standard

Tak biasanya hari ini saya dan Indira bangun lebih awal, yah..kami tak sabar untuk ke Gili Trawangan! Yeeee.. Maka kami pun meninggalkan Mataram sekitar pukul 08.15 WITA.. Untuk mencapai Gili Trawangan kami harus mencapai pelabuhan di Bangsal terlebih dahulu yang jaraknya cukup jauh dari Mataram sekitar 28KM. Namun, karena jalanan yang mulus..lus..lus makanya perjalanan tak terasa, yaaa walaupun jalanannya agak menantang yah..nanjak,turunan dan tiba-tiba tikungan tajam. Namun karena sepanjang jalan disuguhi panorama pantai lombok, maka perjalanan pun semakin tak terasa.

The Gilis

The Gilis

Read the rest of this entry

Day 6 (June 10th,2013) Lombok Palace and Culinary Tour

Standard

Hari selanjutnya kami bangun kesiangan, maklumlah kemarin habis menguras fisik menyusuri lombok tengah. Padahal hari ini kami berencana untuk bertualang di Gili Trawangan, pulau kecil namun sangat tersohor dan menjadi rekomendasi pada buku Lonely Planet versi Indonesia. Sebenarnya boleh saja kami berangkat siang, namun untuk mencapai Gili Trawangan harus ditempuh dengan perjalanan yang tidak singkat, oleh karena itu kami direkomendasikan untuk berangkat besok pagi-pagi sekali.  Namun, hari ini tidak boleh terlewatkan begitu saja. Si Indira pun menyarankan untuk mengunjungi Taman Narmada yang juga menjadi salah satu tujuan wisata di Mataram, sekali lagi kami bersyukur memiliki senior yang baik hati di Pulau ini, ya Kak Yuli. Selepas  dinas di Praya, beliau dengan senang hati mau menemani kami berkeliling hari ini. Jadilah kami ke Taman Narmada.

Salah satu sudut istana raja di taman narmada

Salah satu sudut istana raja di taman narmada

Read the rest of this entry