Wisata Anti Main Stream Di Danau Tempe

Standard

Halu-halu blog dan yang sudi membaca blog saya.. lup youu.. 😀

Kali ini saya bercerita seputar kota Sengkang. Kota tempat saya pernah menghabiskan hidup selama kurang lebih setahun. Sengkang, merupakan ibukota salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang bernama Kabupaten Wajo. Lokasinya cukup jauh dari Makassar kurang lebih 200Km bila menempuh jalur Pare-pare namun bisa sekitar 180Km bila menempuh jalur yang singkat Bulu’dua atau Camba. Nah, selama setahun disana buat saya yang selalu “gelisah” dan gak bisa tenang untuk tidak mengeksplor apa sih yang menarik dari kota yang terkenal dengan Kota Sutera tersebut. Baiklah kita mulai saja ya..

Entry Point Wisata Danau Tempe

Entry Point Wisata Danau Tempe

Let's Gooooo

Let’s Gooooo

Pagi itu saya berangkat  untuk tour Danau Tempe melalui jasa tour yang disediakan di Hotel BBC. Menggunakan jasa tour ini (kesannya) premium class gitu karena harganya lumayanlah dipatok Rp 150.000 untuk 1 kali tour di Danau Tempe (Include tour untuk 4 orang, keliling danau tempe, singgah di rumah terapung untuk makan snack). Ke”Premiuman Class”nya mungkin karena disiapin life jacket untuk safety, sementara untuk pilihan lain bisa nyewa perahu nelayan hanya dengan Rp 50.000 dengan kapasitas up to 7 orang per kapal namun gak ada safety, katanya sih ada jerigen yang multifungsi bisa jadi pelampung (hahaha..ada ada aja..).

nih perahu "premium" yang bakal ngantar touring

nih perahu “premium” yang bakal ngantar touring

Jadi sebelum berangkat, sehari sebelumnya kami janjian dan disarankan berangkat pagi agar merasakan udara pagi yang segar di Danau Tempe. Perjalanan di mulai dari Sungai Walennae yang berakhir di Danau Tempe, pagi itu yaa udara memang sangaaat segar dan langit sangat cerah. Sebelum memasuki Danau Tempe, nikmati dulu lika liku di Sungai Walennae sambil melihat kehidupan warga di tepi sungai dan karena berangkat pagi sangat banyak burung bangau yang memulai aktivitas terbang dimana-mana..aaahh ini adegan yang paling saya sukaaaa…

Menyusur Sungai Walennae

Menyusur Sungai Walennae

 

Banyak Burungggg..Aaaakk

Banyak Burungggg..Aaaakk

Di hilir Sungai Walennae saat memasuki danau akan dijumpai eceng gondok yang menjadi tanaman yang memang dibudidayakan. Dan semakin eksplor ke tengah maka kita akan tiba di perumahan terapung, warga asli yang bermukim di Danau Tempe. Mayoritas dari mereka bekerja sebagai nelayan yang mencari Ikan Air tawar di Danau ini.

Memasuki Danau Tempe, Kliatan Banyak Eceng Gondok

Memasuki Danau Tempe, Kliatan Banyak Eceng Gondok

 

 

Rumah Terapung Di Danau Tempe

Rumah Terapung Di Danau Tempe

Mayoritas Bekerja Sebagai Nelayan

Mayoritas Bekerja Sebagai Nelayan

Nah, di tengah tur kita akan singgah di salah satu rumah terapung. Disana akan disajikan snack khas Sengkang yaitu sanggara peppe’ (pisang goreng yang di penyetin plus sambel) dan teh anget. Pas banget sambil berbincang dengan warga penghuni rumah terapung yang sharing tentang suka duka hidup diatas danau. Dan kebetulan saat saya berkunjung kesana sedang diadakan festival Danau Tempe, jadi sempat nonton parade seni yang dipentaskan diatas perahu dan melewati Sungai Walennae dan Danau Tempe, very nice! Nah, dapat banyak pengalaman lebih dari sekadar jalan-jalan kan?

Banyak Bule Jugak Ksini Lho..

Banyak Bule Jugak Ksini Lho..

Berbincang Dengan Warga Setempat, Angin Sepoi2nya Mennn Bikin Ngantukk

Berbincang Dengan Warga Setempat, Angin Sepoi2nya Mennn Bikin Ngantukk

Perahu-perahu yang mengikuti Festival Danau Tempe

Perahu-perahu yang mengikuti Festival Danau Tempe

So, buat yang jalan-jalan ke Sulawesi Selatan. Sempatinlah coba wisata Danau Tempe 🙂

 

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s