Opwall 4th Week : Welcome Back To Siloi Camp!

Standard

Memasuki minggu ke 4 saya mendapat giliran bertugas di Northwest Camp, awalnya saya bingung gak tahu sebenarnya di mana sih lokasinya, karena nama camp nya baru saya dengar. Malahan sempat ada nama lain camp ronta, camp maligano, yang ternyataaa camp siloi  merupakan camp sama dengan tahun lalu cuman karena pergantian management dan staff kali yak, makanya namanya dibikin baru biar suasana baru juga kalee *whatever deh* let’s cekidot ngapain aja selama di sana.

Jpeg

So Where are we going guyss?

Ditengah perjalanan sempat sedikit salah fokus, pas singgah mau beli pisang eh malah beli batu juga. Biassa demam batu akik ternyata sudah sistemik merajelela kemana mana sampe ke pelosok sekalipun, hahaha.. Tapi untuk satu batu yang lumayan bagus (tembus kalo di senter) wkwkwk saya di kasi gratisss karena ngeborong pisang 4 ikat yang harganya cuma 30ribu.

Ember di kiri itu jual batu..hahah

Ember di kiri itu jual batu..hahah

Suasa camp lumayan banyak perubahan sih. Dulunya peserta dan saya tidur di hammock yang digantung langsung di pohon yang tersebar di wilayah camp.

Selamat Datang!

Selamat Datang!

Namun kali ini terdapat satu bangunan semi permanen yang di dalamnya di pasangkan seluruh hammock peserta dilengkapi dengan lampu ruangan. Wujud ruang makan, dapur, dan tempat barang juga sedikit berubah. Berubahnya sih dari bahan dasar furniture, dulunya pake kayu yang belum diolah namun kemaren pakai papan. WC yaaak, gitu2 aja (agak malas jelasin, lanjut aja yah…hahah). Daaan yang tetap sama adalah suasana sungainya yang tetap bening dan terlalu menggoda untuk rajin mandi, hihih. Oh ya, ada genset yang disambungkan dengan beberapa colokan. Lumayan ada sumber nge charger hp walaupun hanya malam hari.

Suasana Camp Siloi Tahun ini..sedikit berubah..

Suasana Camp Siloi Tahun ini..sedikit berubah..

Hari pertama tiba di camp, langsung bertemu dengan salah staff yang nampaknya punya masalah serius dengan kaki. Ya, dari penampakannya sih infeksi gicuh. Cuman karena  si staff agak kurang mengeluhkan kakinya sebagai medik yang baik hati dan tidak sombong *eh* sepatutnya nyamperin langsung dan menanyakan keadaan kakinya. Ternyata setelah di cek lebih lanjut emang infeksinya agak perlu perhatian ekstra. Haha, gak papa deh setidaknya ada kerjaan rutin pagi dan sore ngerawat luka yang pada akhirnya memberikan hasil memuaskan (ancaman evakuasi lewat, yay!).

Ada yang lagi menikmati nyuci di sungai tuh 😆😆

Ada yang lagi menikmati nyuci di sungai tuh 😆😆

Nah, di camp siloi ini tiap hari pasti selaluuu aja ada kerjaan tiap peserta pulang pengamatan. Entah kesadaran mereka untuk memanfaatkan medik yang nyaris leyeh-leyeh (gak tega gitu saya nganggur :p ) atau emang perlu aja. Sampai salah satu staff sempat nyeletuk kalau medik minggu ini sibuk gak kayak minggu lalu. Hellaw pak, saya senang kalee daripada gak ada kerjaan serasa mau nguras air sungai aja, biar sibuk sekalian..haha XD . Well..well.. seminggu di camp siloi ini bagiku asik-asik aja.

Setelah seminggu di camp jungle training ga punya tman staff cewe,akhirnya punya tman gaul lagi..yeyy

Setelah seminggu di camp jungle training ga punya tman staff cewe,akhirnya punya tman gaul lagi..yeyy

Karena selain suasananya yang asik, dapurnya yang bisa di invasi, daan staff nya asik semua. Kerjaan favorit setelah menyelesaikan kerjaan sebagai medik adalah menginvasi dapur, yeee~. Buat roti isi yang jumlahnya lumayan banyak terasa menyenangkan aja, karena sempat mengeksploitasi mba-mba bule buat membantu di dapur, mereka mau aja dengan senang hati hihih.. Selain bikin roti, bisa masak apa aja asal mau bergerak memanfaatkan sumber daya yang ada di dapur.

Menginvasi dapur,buat roti..

Menginvasi dapur,buat roti..

Dan laris manis..heheh😂

Dan laris manis..heheh😂

Karena di camp ini saya punya teman staff cewe jadinya saya makin betah, karena camp sebelumnya i am the only one girl staff huff, jadinya ngapa2in sendiri. Jadi senang aja disini, ada yang diajak renang di sungai, masak-masak di dapur, ngobrol, dan sholat jamaah bareng :’) (ailopyu diah,mba eka,dan sam). Oh ya ada satu staff lokal cowo yang juga scientist bernama aldy, dia scientist megafauna yang paling banyak teorinya soal masakan (walaupun di hari terakhir merealisasikan teori semur telurnya buat sahur..ya..yaa,bolehlah)

Siloi Team plus warga setempat yang mau numpang eksis

Siloi Team plus warga setempat yang mau numpang eksis

Daann, seminggu di camp berlalu begitu aja. Asik sih… Akhirnya harus balik ke Labundo dan bersiap menyambut Idul Fitri (antara yey dan hiks ini sbenarnya karena asli saya jadi bang toyyib ini, 2x puasa, 2x lebaran kaga pulang-pulang..hikksss). Sudahlah enjoy every single thing that you had Andini! Happy Eid!

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s