Opwall 1st-2nd week : Suasana yang Berbeda dan Berkunjung Ke Kabaena, Si Eksotik Di Tenggara Sulawesi

Standard

Heyloww..akhirnya sempat nulis lagi, kali ini mau sdikit crita tntang kerjaan 2 bulan ke depan. Biasanya sih aku tulis skalian di akhir, cuman yahh.. mumpung lagi dilengkapi device yang memungkinkan nulis saat lagi mood jadi kali ini aku ngapdet sesering mungkin..hihih

Here we go..!

Hello I'm back [again] !

Hello I’m back [again] !

*Awal yang sangat berbeda*

Juni 2015, aku kembali menginjakkan kaki di Pulau Buton. Ya, tahun ini merupakan tahun ke tiga aku bergabung bersama sekumpulan scientist yang tergabung dalam Operation Wallacea. Sebelumnya saat kesini, masih menemui hal yang sama di tahun sebelumnya. Namun tahun ini banyak yang berubah, mulai dari kantor yang sudah tak di rumah panggung di ujung desa Labundo, banyak staff lokal yang tak lg bekerja, aku yang harus pindah host karena host aku tahun lalu sakit, manager local dan camp yang beda (semuanya orang asing termasuk camp yang dulunya semua orang lokal), suasana camp yang berbeda (beberapa camp ditutup, beberapa camp diperluas, dan adanya mobile team dengan camp yang pindah setiap minggunya) dan semua local scientist yang berbeda (kali ini tak hanya dari IPB namun ada dari UGM dan Unhalu).

Pertama kali tiba di Labundo, desa tak begitu ramai. Mungkin karena masih penghujung minggu pertama dan school group belum tiba. Saat awal memasuki Labundo yang ingin saya lakukan adalah singgah di kantor namun herannya karena sangat sepi saat aku lalui, ternyata telah pindah lokasi di rumah pak mantan. Maka, tak ada lagi nongkrong di balebale sambil bercanda di bawah pohon mangga bersama staff. Untung saja keramahan warga desa Labundo tak berubah sedikitpun, hal ini sedikit mengobati perasaan beda yang aku rasa.

*Surprise, besok kamu ke Kabaena yaa..*

Hari pertama tiba, setelah menyimpan segala perlengkapan di rumah. Aku mengira akan memasuki camp yang biasa kumasuki tiap tahunnya yaitu Camp Bala untuk minggu pertama aku bekerja. Tapi ternyata si manager memintaku untuk menjadi medik untuk mobile team selama 2 minggu. Karena lokasinya cukup jauh yaitu di Pulau seberang, Pulau Kabaena. Antara degdegan dan senang sih, karena ini pertama kalinya aku kesana. Dan bagiku tak ada gambaran mengenai mobile team, yang ada di pikiranku adalah kami akan berjalan menyusuri desa demi desa dan mendirikan flying camp di tengah perjalanan setiap kali beristirahat. Namun kenyataannya berbeda, untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain kami menggunakan mobil dan camp tempat kami tinggal adalah rumah warga..waaaahhh (bonus untuk 2 minggu bulan Ramadhan..)

Pagi itu dari Bau-bau kami berangkat menuju Pulau Kabaena, yang ditempuh kurang lebih 5 jam dengan ferry, ferry yang ukurannya tak terlalu besar.

Ferry yang ngantar ke pulau kabaena

Ferry yang ngantar ke pulau kabaena

Pukul 13.10 ferry pun merapat di Pulau Kabaena, dari jauh sudah tampak jajaran gunung yang nampaknya akan kami lalui menuju camp pertama yaitu desa Tangkeno, Kabaena Tengah.

Hello Kabaena!

Hello Kabaena!

*Selamat Datang di Desa Tangkeno, Negeri di Atas Awan*

Setelah menempuh kurang lebih 1 jam 45 menit dari pelabuhan, kami pun tiba di desa pertama mobile team akan melakukan pengamatannya. Rombongan kami disambut oleh anggota team yang tiba terlebih dahulu, mereka adalah David , salah satu ahli burung yang eksis bingits dan istrinya Nicole, serta seorang mahasiswa yang sedang menempuh Ph.D  bernama Darren. Mereka semua akan meneliti burung selama kami mobile. Oh ya selain itu ada 2 anggota tim yang meneliti kupu-kupu dan serangga, mereka adalah Diah (local scientist) dan Ben (undergraduate student).

Tangkeno! Negeri di atas awan..

Tangkeno! Negeri di atas awan..

Kesan pertama ketika tiba di Tangkeno yaitu sejuuuk (ketinggian diatas 1000 mdpl gicuh), walaupun kami tiba di siang yang terik. Namun dalam rumah tak terasa panas. Dan ada sedikit hal yang membuat kami semua salah nebak saat makan siang yaitu ketika diatas meja disajikan beberapa potong buah yang kami semua mengira itu adalah melon, ternyata ketimun besar..wah..baru nemu ginian di Kabaena. *norak*

Timun mirip melon 😅

Timun mirip melon 😅

Tak berlebihan bila mereka menjuluki desanya “Negeri di atas awan” karena memang lokasinya yang berada di ketinggian, dengan pemandangan yang tak bisa saya anggap biasa. Cantik..

View desa tangkeno dari bukit

View desa tangkeno dari bukit

Sooooo beautiful Tangkeno😍

Sooooo beautiful Tangkeno😍

Namun saking di atas awan kali ya,sampe signal hp syusyaaahhh.. harus nempel di beberapa spot tertentu atau naik ke bukit kalo mau nelpon atau sekadar sms..hwaah..

Special spot buat nangkap sinyal..ckckck

Special spot buat nangkap sinyal..ckckck

Bagi scientist melakukan observasi disini banyak bonus viewnya, yah karena emang Tangkeno jadi destinasi wisata juga sih walaupun gak serame tempat wisata pada umumnya.

Oh ya, satu kejutan kecil ketika saya dikunjungi oleh wanita yang telah menemaniku mengarungi dunia perkuliahan, perorganisasian, perbackpackeran, perintershipan de el el.. sbut saja namanya dr.indira pratiwi panggilan ndilala, sejak ia ditempatkan ptt di daerah dengan kategori sangat terpencil bulan lalu, saya bakalan ngebayangin gak bakal ketemu nih anak dalam jangka waktu lama.. eeehhh sesuatu kebetulan yakk, saya dikirim ke kabaena yang juga tempat ptt nya..ketemuu dehh..miss yuuu bebbb..

Miss youuuu bebbbb!!!

Miss youuuu bebbbb!!!

Setelah melewati 6 hari di Tangkeno, akhirnya kami harus mobile ke desa selanjutnya. Daan, kami dapat oleh-oleh bongkahan yang lagi nge heitzz.. aakk.. sbenarnya aku excited karena dititipin beberapa orang, jadi gak perlu rempong2 ngais2 batu buat mereka..hahaha..

Oleh-oleh tangkeno..batu!

Oleh-oleh tangkeno..batu!

Bye Tangkeno, bye bapak ian, mama ian udah kami rempongin 6 hari ini..ihiks!

With mama ian dan papa ian.. keluarga angkat selama di tangkeno

With mama ian dan papa ian.. keluarga angkat selama di tangkeno

*Teamokole, hellow back mobile connection!*

Sebelumnya saya mengira perjalanan ke desa kedua memakan waktu yang cukup lama, omaigat 45 menit doang udah nyampe..hahaha…

Daaan, setelah 6 hari bersabar tanpa sinyal akhirnya nyampe ke daerah dengan sinyal 3G..lalala yeyeye.. langsung deh ngapdet sosmed.. *seketika autis dengan handphone*

Walaupun listrik masih terbatas hanya malam hari. *kemudian hp lowbat karena sibuk ngapdet*

Desa kedua, lebih besar dibanding Tangkeno. Penduduknya pastinya jauh lebih banyak, dan lebih asiknya karena semakin dekat dengan tempat sahabat saya tinggal, ya si indira yang kemarin ngunjungin di Tangkeno.

Jadi selama di desa kedua saya lebih banyak menjalani aktivitas sebagai staff logistik disamping menjadi medik. Kenapaaa?? Karena ngurus logistik means bisa skalian jalan2 di kota atau lebih tepatnya ke pemukiman yang lebih padat dan banyak aktivitas niaga. Hahaha..

Karena itulah sdikit hiburan disana.. ia sdikit 😂 #SebutSajaIniModus

Berhubung dekat, saya sering dikunjungi indira..hmm dikunjungi dan diculik untuk temanin kerjaannya saat lagi senggang. Ya gapapa sih, skalian aku liat gambaran pengabdian di lokasi yang termasuk sangat terpencil. Malam itu saya menemani indira untuk follow up pasien yang keadaannya gak bagus di puskesmas, mau diagnosis juga modalitas diagnosa minim..hanya bermodalkan anamnesis dan pemeriksaan fisis. Hmm.. saya sedikit mengerti, betapa berjuangnya seorang tenaga medis di perifer menyelamatkan satu nyawa dengan alat dan obat yang terbatas disana.

Ohh iaaa ada sdiki crita soal dunia perbankan di kabaena. Disini tuh bank yang ada cuma 2, bpd dan bri. Berhubung bpd gak populer di kalangan umum, bri lah jadi sasaran transaksi keuangan warga kabaena. Makanya nomer antrian udah dibagi sejak jam 6 pagi! Daaan untuk transaksi dengan jumlah besar, harus melampirkan fotocopy. Masalahnyaaaa adalaaahhh, pas abis fotocopy dengan hasil kabur remang remang mau bayar pake recehan diketawain, soalnya biaya perlembarnya 5000. Whaaattt !!

Nihh hasil fotocopy 5000 meenn

Nihh hasil fotocopy 5000 meenn

Sebelum meninggalkan Kabaena, wajib dong yah nge lihat spot yang menarik. Daan, menikmati sore di pemukiman bajo jadi pilihan yang cukup menarik, so here it is bajonese village. So beautiful isn’t it?

Desa bajo sikeli

Desa bajo sikeli

Bareng anak-anak bajo

Bareng anak-anak bajo

Well finally, mobile team episode kabaena akhirnya selese. Waktunya kembali ke buton dan menantikan tugas selanjutnya. Dan sedihnya, tim kami harus berpisah, beberapa harus berhenti di Labundo untuk mengikuti jadwal baru dan sebagian melanjutkan kegiatan mobile team menuju buton utara. Maka dihari akhir kami bersama, ngumpul,ngerumpi dan main make up plus hijab2an jadi kegiatan yang kami lewatin ampe tengah malam. Asik juga ternyata nih bule2 diajak main hhahah. Makasihh atas keseruan dan kebersamaannyaaa..

Full member Mobile MobileTeam plus warga setempat

Full member Mobile MobileTeam plus warga setempat

Having so much Lols with these guys on the way back to buton😂

Having so much Lols with these guys on the way back to buton😂

What a great weeks we had guys. 😘😘

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s