Day 9 (June 13th,2013) Explore Denpasar!

Standard

Selamat pagi Denpasar, hari ini satu-satunya kesempatan untuk berjalan-jalan. Sebenarnya saya sudah sering ke Denpasar, ya karena adik dan paman saya tinggal disini. Namun ini merupakan kali pertama bagi Indira, maka saya menjadi host baginya disini. Pagi hari tante saya mengajak kami ke pasar tradisional Bali agar Indira bisa merasakan kehidupan Bali. Sangat berbeda dengan kota-kota lain, unsur etnik dalam balutan religius sangat kental terasa. Pagi hari umat Hindu Bali akan melakukan sembahyang dan menaruh canang (wadah dari daun dengan isi bunga dan dupa) sebagai pelangkap ibadah mereka. Di siang hari kami memutuskan untuk berjalan-jalan sekali lagi melihat kota Denpasar. Salah satu yang saya sukai saat berjalan-jalan di Denpasar saat itu adalah, karena saya akhirnya dapat izin berkelana dengan sepeda motor (karena sebelumnya saya selalu diantar) maka mulailah kami berkelana, apa yang menjadi tujuan pertama kami adalah pusat kota Denpasar..lagi-lagi museum!

andalan wisata, museum!

andalan wisata, museum!

 

bangunan museum bali emang top, kayak di film laga angling dharma

bangunan museum bali emang top, kayak di film laga angling dharma

hahaha..patung lucuu

hahaha..patung lucuu

Tak mengapalah, toh kami berdua juga suka kok. Museum terletak di tengah kota, sebenarnya saya tak tahu pasti lokasinya namun syukurlah ada alat yang bernama GPS yang membantu kami menemukannya dengan mudah. Museum di Bali memiliki gedung yang bagus, dengan arsitektur khas Bali dan dilengkapi AC di tiap ruangannya. Saking cantiknya museum ini sampai kami bertemu pasangan yang pemotretan pre-wedding dan salah fokuslah.. Tujuan selanjutnya adalah Art Center Denpasar, sayangnya tempatnya udah tutup namun kami masih bisa berkeliling di seputaran Art center yang juga memiliki beraneka bangunan yang etnik khas Bali. Namun kami datang pada saat yang kurang tepat karena keesokan harinya disana akan ada event “World Hindu Festival” huaaaa besok kami sudah pulang ke Makassar! Apalah daya, kami hanya bisa menikmati panitia yang sedang mempersiapkan event dan anak-anak yang latihan teater disana. Sebelum senja kami bergegas ke Pantai Kuta, rencananya sih melihat sunset namun apalah daya sekali lagi sama dengan di Lombok lagi-lagi terututup awan, dan pantai Kuta sore itu rame banget kayak mau minggu akhir jelang Ramadhan aja.

art center, cool!

art center, cool!

another cute statue

another cute statue

Jadi untuk menutupi kekecewaan saya dan Indira menuju McD yang letaknya di tepi pantai Kuta berhubung kami pun belum makan siang dan untuk makan di warung disini kami agak lebih waspada, ya karena kami muslim, lumayan banyak rumah makanan yang kehalalannya gak terjamin..hehe… Yang lucu di MCD pantai Kuta karena disinilah saya bisa menemukan pelanggan tak memakai baju, berbikini, atau tidak pakai alas kaki. Bayangkan saja kalo pelanggan semacam ini ditemui di McD Makassar yang letaknya di tengah kota, mungkin akan dianggap setengah gila hahah. Tujuan akhir kami adalah berburu-buru pernak-pernik Bali dan oleh-oleh. Krisna dan Joger menjadi tujuannya. Bagi yang ingin berbelanja midnight bahkan subuh tenang saja Krisna buka 24 jam jadi tak perlu khawatir mau datang jam berapapun, namun ini berlaku untuk Krisna yang letaknya di Jalan Sunset Road. Namun Joger tutup lebih awal yaitu jam 9 malam. Puas berbelanja kami masih ingin menikmati suasana malam di Bali..Namun gak mungkin sepertinya dua wanita berhijab seperti kami nongkrong di Legian tengah malam,hahaha..Jadilah kami nongkrong di sebuah minimarket yang mempunyai fasilitas wifi, banyak colokan, dan menjual aneka cemilan dan minuman yang enak..ya namanya Lawson..satu geng dengan alfamart ma circle-k gitu deh, Cuma Lawson sendiri belum ada di Makassar. Setelah nongkrong hingga pukul setengah dua belas malam, kami memutuskan pulang karena harus segera packing karena esok subuh kami akan berangkat lagi ke Pelabuhan Padangbai. Goodbye Bali, hari yang singkat namun cukup menyenangkan..Semoga lain kali bisa eksplor lebih jauh lagi.

angkot di bali GRATIS

angkot di bali GRATIS

pantai kuta rameeee

pantai kuta rameeee

 

Cost :

Tiket Museum : Rp 5K

Charge kamera : Rp 2K

Teh Pucuk : Rp 5K

Paket ayam McD : Rp 18,5K

Oleh-oleh Krisna : Rp 125K

Camilan+minuman di Lawson : Rp 18,5K

Total Rp 174K

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s