Day 5 (June 9th ,2013) Air Terjun Benang Kelambu – Pantai Mandalika – Pantai Kuta

Standard

Hari ini kami mendapatkan ajakan salah seorang senior kami yang bertugas di Praya, ibukota Lombok Tengah. Kak Yuli mengajak kami untuk mengunjungi salah satu air terjun yang terkenal di Pulau Lombok, yaitu air terjun benang kelambu dan benang stokel di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Jaraknya lumayan jauh sekitar 35Km dari kota Mataram. Oke Andini, mari bersemangat nyetirnya! Syukurlah jalan provinsi NTB menggunakan aspal KW super, saya akui sangat bagus,serasa berada di landasan pesawat! Namun memasuki Desa Aik Berik, jalanan mulai kurang bersahabat dan menanjak. Jadi yang bawa motor ekstra hati-hati ya…! Perjalanan Mataram hingga tiba di wisata air terjun tersebut memakan waktu 1,5 jam.

ini dia tujuan pertama kami, air terjun benang stokel

ini dia tujuan pertama kami, air terjun benang stokel

                Lokasi air terjun benang stokel dan benang kelambu ini juga masuk dalam jalur tracking Gunung Rinjani (uhh..jadi pengenn). Untuk mencapai air terjun diperlukan berjalan sekitar 5 menit dengan sedikit menanjak dan menuruni 50 anak tangga (saya menghitungnya..hahaha) maka tibalah kami di air terjun benang stokel. Untuk air terjun benang kelambu diperlukan perjuangan yang lebih keras karena harus berjalan lebih jauh lagi dengan medan yang lebih menanjak, menurun, plus tangga yang sepertinya lebih 50 anak tangga. Tetapi setibanya di air terjun benang kelambu, semuanya terasa terbayar dengan keindahan air terjun tersebut. Aliran air pada air terjun benang kelambu tidak berasal dari aliran sungai seperti pada umumnya air terjun, namun keluar dari balik batu. So special! Puas menikmati air terjun kami melanjutkan perjalanan ke Kota Praya untuk bertemu dengan senior kami yang lain, Kak Huswatun dan Kak Rahmat.

jalan panjang menuju air terjun benang kelambu

jalan panjang menuju air terjun benang kelambu

seperempat mati

seperempat mati

akhirnya nyampe juga, air terjun benang kelambu

akhirnya nyampe juga, air terjun benang kelambu

Sebelum berangkat ke tujuan selanjutnya, di rumah Kak Hus kami disuguhi nasi balap, nasi bungkus khas lombok.Iya sih pedas, namun enak..gak ada nasi beginian di Makassar. Maka saya yang tidak terbiasa makan pedas berusaha menghabiskannya. Baiklah, perut kenyang selanjutnya lanjutkan ke salah satu pantai yang indah di lombok, yaitu Pantai Mandalika dan Pantai Kuta. Pantai disini tidak seramai pantai di Bali dan masih sangat alami. Salah satu yang spesial dari pantai tersebut adalah pasirnya yang besar-besar seperti ketumbar, bahkan saya sampai membawa pulang. Oh ya disini bisa ditemui ibu-ibu sasak yang menjual kain songket khas lombok dan bisa didapatkan dengan harga yang murah! Jadi bila berencana membeli kain songket khas lombok, silahkan mempersiapkan uangnya. Selain songket, ada juga yang menjual baju kaos bermotif lombok, namun harganya sama saja dengan harga di kota sih.  Setelah berfoto sepuasnya kami pun menyudahi jalan-jalan tersebut dan kembali ke Praya. Namun perjalanan saya dan Indira masih harus berlanjut, yaitu pulang ke Mataram dengan kondisi langit yang telah gelap. Namun, syukurlah perjalanan Praya-Lombok tergolong aman dan lancar. Alhamdulillah, pukul 20.30 kami sudah tiba di rumah Om Samad, namun perjalanan seharian cukup menguras tenaga. Baiklah, mari meng-charge tubuh sebelum memulai petualangan selanjutnya esok. Selamat malam Mataram!

pantai kuta, lombok

pantai kuta, lombok

wanita-wanita narsis

wanita-wanita narsis

Tips :

–          Siapkan uang bila ingin membeli songket khas lombok, karena disini bisa didapatkan songket biasa dengan harga Rp 55K yang di Kota dijual seharga Rp 75K, dan songket yang tebal+selendang seharga Rp 110K yang dijual di kota seharga Rp 150K-200K. Harga baju kaos sebenarnya sama dengan harga di kota, namun disana langsung ditawarkan Rp 100K/4 baju.

Cost :

–          BBM : Rp 13K

–          Air terjun benang kelambu+parkir : Rp 3K (ditraktir)

–          Parkir pantai mandalika+kuta : Rp 5K (ditraktir)

Total : Rp 13K

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s