Day 4 (June 8th, 2013) Mataram Exploration!

Standard

Pukul 04.45 dini hari bus kami berhenti disebuah Pelabuhan, ternyata kami telah tiba di Pelabuhan Patotano disebelah barat Pulau Sumbawa dan bersiap-siap meninggalkan Pulau terbesar di NTB ini. Sekali lagi kami harus mengarungi laut. Untung saja penyebrangan ke Pulau Lombok tak memerlukan waktu lama, cukup satu jam ferry pun bersandar di pelabuhan Kayangan Lombok. Pukul 06.00 seiring dengan terbitnya fajar, kami akhirnya tiba di Pulau Lombok,destinasi selanjutnya. Jarak dari Pelabuhan Kayangan  ke Mataram sebenarnya cukup lama 3 jam. Tetapi pemandangan yang cantik sepanjang perjalanan dapat membuat kami lupa akan waktu tersebut. Setibanya di Terminal Bertais/Mandalika Kota Mataram. Syukurlah disini kami memiliki host yang memberikan fasilitas tempat tinggal dan kendaraan gratis, ya Keluarga besar drh.Abdul Samad J yang merupakan orang tua dari senior kami yang sedang menjalani pendidikan di Makassar. Jadilah kami super hemat biaya untuk tempat tinggal, sarapan pagi dan sewa kendaraan..hehehe.

rumah senior yang menjadi sponsor,padahal seniornya lagi sekolah di makassar

rumah senior yang menjadi sponsor,padahal seniornya lagi sekolah di makassar

                Sesampainya di Mataram, kami pun menyusun rencana eksplor kota Mataram. Perjalanan di ibukota NTB ini sangat terbantu dengan hadirnya gadget handphone yang dilengkapi aplikasi GPS.Maka dimulailah dengan mengunjungi Museum Kota, agak aneh yah..Tapi bagus juga sih, liburan sekalian dapat ilmu. Setelah puas melihat-lihat seisi museum, kamipun mencari makan siang. Pilihan jatuh pada warung kita, dua tahun lalu saya pernah kesini dan makanannya tergolong enak dan murah. Tujuan selanjutnya adalah pura batu bolong yang merupakan salah satu recommended place versi lonely planet, jaraknya lumayan jauh sih dari mataram 15Km. Sebenarnya pura ini tidak semewah pura yang berada di Bali, namun ada yang istimewa dari pura ini karena pura ini berhadapan dengan Gunung Agung yang berada di seberang laut,ya..Pulau Bali dan juga salah satu gunung yang disucikan oleh umat Hindu. Sunset dari tempat tersebut keindahannya tak dapat disembunyikan,tak berlebihan deh si Lonely Planet merekomendasikan tempat ini. Sepulangnya dari pura batu bolong, kami pun nyasar di Mall Mataram..entah kenapa ya? Iseng aja mau lihat mall aja..hahaha.

tujuan pertama, museum ntb!

tujuan pertama, museum ntb!

ini namanya wisata budaya,seru lho!

ini namanya wisata budaya,seru lho!

pura batu bolong, rekomendasi lonely planet nih

pura batu bolong, rekomendasi lonely planet nih

kayaknya ini deh batu bolongnya,heheh

kayaknya ini deh batu bolongnya,heheh

praying young hinduism

praying young hinduism

Lokasi terakhir yang kami kunjungi adalah Taman Udayana, yang merupakan tempat nongkrong kawula muda Mataram. Sebenarnya niat utama kami adalah hunting makanan khas disana yaitu Sate Bulayak,sekilas namanya seperti sate buaya ya..padahal bukan..Si bulayak itu lontong yang dikemas dengan daun kelapa. Selain menikmati sate bulayak kami pun menyempatkan untuk bertemu dengan salah seorang teman yang sedang pendidikan di Kota Mataram dan menjalani malam sambil ngobrol ringan, namun namanya juga numpang di rumah orang kami pun harus tahu diri dan gak pulang kemalaman. Maka eksplorasi Mataram hari pertama selesai.

nyasar di mall, di puri hantu..gak banget deh

nyasar di mall, di puri hantu..gak banget deh

sate bulayak!

sate bulayak!

Tips :

–          Sebenarnya ini tips yang saya contek dari teman saya saat sedang nongkrong di taman udayana. Karena banyaknya pengemis dan pengamen, kami yang tidak berasal dari Mataram biasanya bilang “lain kali” namun ternyata ada istilah yang lebih ngena dan mereka ngerti yaitu “sabar ya…” walaupun kesannya agak aneh -_- but it works…

Cost :

–          Museum NTB : Rp 2K

–          Nasi goreng : Rp10K

–          Es krim : Rp 6K

–          Sumbangan di pura batu bolong : Rp 10K

–          Parkiran mall : Rp 4K

–          Sate Bulayak : Rp15K + jus melon Rp 5K (namun ini tidak dihitung karena kami ditrraktir teman kami yang budiman itu)

Total : Rp 32K

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s