Day 2 (June 6th,2013) Hello Comodo!

Standard

            Pukul 04.30 WITA langit di luar masih sangat gelap disertai dengan gerimis hujan tapi kelap-kelip lampu yang berjejer di bukit-bukit merupakan  tanda bahwa kota yang dituju sudah dekat, Ya..Labuan Bajo. Sehingga kurang lebih pukul 05.00 WITA, kapal yang kami tumpangi pun bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, lebih cepat 1 jam dari yang dijadwalkan. Patahlah dugaan saya terhadap gosip kapal ini yang mengatakannya lelet. Syukurlah saat akan turun dari kapal kami bertemu dengan rombongan Kak Habibie plus satu cowok chinese yang sangat kalem. Jadi, saya pun berjalan bersama dengan rombongan Kak Habibie keluar dari Pelabuhan dan mencari tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Untung saja Kak Habibie sudah pernah ke Labuan Bajo, dan cukup mengerti keadaan Labuan Bajo, dimana mencari penginapan ataupun tempat untuk menyewa kapal ke Pulau Komodo.  Setelah keluar dari pelabuhan kami pun mencari Rumah Makan, namun karena masih sangat pagi jadi belum ada yang buka. Tapi isteri Kak Habibie, Kak Ati saat itu ternyata bawa Trangia (salah satu peralatan masak portable) wah, ternyata mereka lebih well-prepared! Jadilah kami sarapan pagi teh panas dan roti di pos ronda yang kami tumpangi, disitulah saya juga berkenalan dengan cowok chinese yang juga ngikut dengan rombongan Kak Habibie, ternyata dia warga negara amerika tapi etnis chinese, namanya Yan..oalahhh,pantas daritadi diam aja mas..

kelap-kelip labuan bajo dari tengah lautan di subuh buta

kelap-kelip labuan bajo dari tengah lautan di subuh buta

bangunan di sekitar pelabuhan labuan bajo

bangunan di sekitar pelabuhan labuan bajo

Setelah sarapan, langit di Labuan Bajo mulai diliputi terang. Aktivitas warga setempat sudah mulai tampak. Kami pun dihampiri dengan beberapa pemuda lokal yang menanyakan tujuan. Jadi jangan heran ya, sesampai disana pasti akan banyak ditawari oleh warga lokal mengenai tawaran kapal ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca yang memang menjadi destinasi utama orang yang tiba di Labuan Bajo. Namun, kita harus pintar-pintar untuk menentukan pilihan kapal yang akan disewa ke Taman Nasional Komodo, karena untuk mencapai kesana tak ada kapal umum yang terjadwal. Namun kita harus menyewa kapal yang biayanya tidak sedikit, oleh karena itu sharing cost dengan backpacker lain akan sangat  membantu. Jenis kapal yang disewa pun bervariasi ada yang kapal biasa dengan kapasitas 6-8 orang dengan kisaran harga 500ribu sampai 750ribu untuk tujuan Pulau Rinca dengan waktu tempuh 4 jam sedangkan Pulau Komodo bisa mencapai 1juta, tergantung pintar2 nawar. Namun ada juga yang besar hingga 10 orang perkapal, untuk kapal yang besar ada yang dilengkapi dengan kamar dilengkapi dengan kunci dan teras untuk berjemur namun harga sewanya tentu tidak murah berkisar antara 2,5-3,5 juta namun bisa lebih mahal tergantung tujuan dan desain kapal semakin mewah ya semakin mahal. Untuk kapal ini lebih disarankan bagi yang akan menuju Pulau Komodo, karena perjalanan ke Pulau Komodo mencapai 6jam hingga disarankan untuk menginap, sedangkan di Pulau Komodo tak ada penginapan hanya ada Desa Komodo (bisa kok numpang di rumah warga) tapi kalo udah sewa kapal yang ada kamarnya bisa juga nginap disana.

hotel kharisma tempat kami tinggal

hotel kharisma tempat kami tinggal               

Syukurlah kami berhasil mendapatkan kapal dengan kapasitas 6-8 orang dengan harga murah yaitu 500ribu, namun destinasi kami hanya sampai Pulau Rinca karena saat itu kami pun terbatas segi waktu dan budget sedangkan tujuan utama kami adalah cukup bertemu sang legendaris komodo. Untuk cerita lebih lengkap mengenai petualangan di Taman Nasional Komodo bisa klik disini. Jangan lupa beli bekal di rumah makan yang sekitar pelabuhan, karena perjalanan akan memakan waktu seharian dan di Pulau Rinca gak ada rumah makan, Cuma jualan snack dan mahal!

view di sekitar pelabuhan labuan bajo

view di sekitar pelabuhan labuan bajo

view perjalanan menuju pulau rinca

view perjalanan menuju pulau rinca

Setelah puas berkeliling di Pulau Rinca dan bertemu komodo kami pun pulang ke Labuan Bajo. Namun, jangan mau menyia-nyiakan jejeran pulau-pulau indah sepanjang perjalanan ke Pulau Rinca, kita bisa meminta orang kapal untuk singgah pada satu pulau yang direkomendasikan untuk sekedar foto-fotom renang, dan snorkeling. Dan pilihan jatuh pada Pulau Kelor yang sangaaaattt cantik tak terampuni :’)

gerbang komodo di pulau rinca

gerbang komodo di pulau rinca

komodo yang pertama ditemui, melintas di depan kami. kaget!

komodo yang pertama ditemui, melintas di depan kami. kaget!

berpose dengan background komodo, muka gugup keliatan abis

berpose dengan background komodo, muka gugup keliatan abis

tadaa..ini jalur trackingnyaa..panasss

tadaa..ini jalur trackingnyaa..panasss

Puas berfoto-foto kamipun bergegas kembali ke Labuan Bajo karena matahari perlahan-lahan menghilang. Tak lebih sejam dari Pulau Kelor kapal yang kami tumpangi pun bersandar di Pelabuhan. Adzan Maghrib pun sayup-sayup berkumandang, kami segera kembali ke Hotel untuk mandi,shalat, dan beristirahat sejenak. Selepas beristirahat kami memutuskan untuk berjalan-jalan di seputar Labuan Bajo, melihat keadaan kota yang sederhana namun suasana malam yang “hidup” oleh musik dari bar-bar yang didominasi bar bule seperti Bali lah, tapi bedanya disini gak seberisik Bali cukup lebih kalem dan sukanya disini gak ada mart-mart an kayak Alfa Mart atau Indomart yang menjamur di Makassar, tapi supermarket lokal dan pedagang lokal..tapi gitu deh, harganya mahal..Si Yan bule cina-amerika aja ngeluh..hahaha. Tak lupa kami juga singgah ke toko souvenir di Labuan Bajo, disini kemampuan menawar harus ditunjukkan..Tapi yahh,si Bapak pemilik toko katanya punya harga khusus untuk “kepala hitam” jadi jangan ragu untuk menawar girls! Oh ya, saya juga ingat saat itu menanyakan pendapat bapak tentang persiapan Labuan Bajo menghadapi “Sail Komodo” yang akan berlangsung September 2013 ini. Jawabannya si Bapak agak kecewa karena tidak ada persiapan bermakna, jalan aja masih bolong-bolong gak diperbaiki, apalagi mau berharap ada fasilitas tambahan yang dibuatkan. Saya sih gak bisa komen banyak, gak enak..Saya berharap aja semoga Sail Komodo sukses Pak! Selepas menikmati suasana malam, kami kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk rencana selanjutnya. Saya dan Indira akan menuju Mataram-Nusa Tenggara Barat, rombongan Kak Habibie menuju Bejawa-Nusa Tenggara Timur dan Si Yan tetap di Labuan Bajo. Perjalanan hari ini cukup melelahkan, selamat malam Labuan Bajo !

bersama teman backpacker lain

bersama teman backpacker lain

Tips :

–          Bila ingin menyewa kapal sebaiknya hunting di beberapa tempat,saran saya bisa bertanya di warga setempat yang memiliki warung. Mereka tahu tempat dimana menyewakan kapal yang murah, khusus yang bersuku bugis kalian bisa pedekate dengan bahasa bugis karena banyak perantau asal bugis disini. Mereka akan lebih ramah dan informatif ketemu teman sekampung,hehehe.

–          Setelah menyewa kapal wajib minta sama orang kapalnya untuk singgah di salah satu pulau indah seperti yang saya lakukan, gak papa kok..

Cost :

–          Sewa kapal Labuan Bajo-Pulau Rinca Rp 500K / 6org = Rp 83,5K

–           Fee Ranger Rp 80K / 6org= Rp 13,5K

–          Tiket Taman Nasional Komodo = Rp 25K

–          Tiket Pulau Rinca = Rp 2,5K

–          Charge Kamera = Rp 5K

–          Beli bekal (nasi+ayam kremes) = Rp 17K

–          Ruteng air mineral botol kecil= Rp 2K

–          Nu Milk Tea = Rp 6K

–          Frestea Botol = Rp 7K

–          Ruteng air mineral botol besar = Rp 6K

–          The pucuk botol besar = Rp 4K

Total : Rp 171,5K

Other Cost Info :

–          Penginapan :

1. Hotel Kharisma = Rp 120K/malam (fasilitas : spring bed 2, kamar mandi dalam, kipas angin,nice view)

2. Homestay Nelayan = Rp 35K

3. Homestay Duo Satu = Rp 35K

Untuk homestay, saya hanya sempat tanya harga namun tidak melihat kondisi kamarnya. Namun mungkin lebih mirip dengan kamar kostan. Tapi suasananya tidak senyaman hotel kharisma sih..dan keamanannya kurang terjamin apabila anda ingin meninggalkan barang.

–          Oleh-oleh :

1. Songket khas NTT : Rp 450K (bagi pecinta fashion lokal,kain ini sangat recommended!)

2. Aneka baju kaos dewasa = Rp 50K-60K

3. Sarung pantai = Rp 25K-35K

4. Post card komodo= Rp 7K

5. Gantungan kunci komodo = Rp 10K

6. Patung-patung komodo = Rp50K – Rp2.000K

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

One response »

  1. hai, aku intan.. mo ke labuan bajo juga, pengen ke pulau komodo.. Kebetulan kok kita usianya sama juga di fakultas yang sama..
    Bisa minta kontak/no HP ke emailku andarutanz@gmail.com
    jumat depan mau ke sana, tapi buta sama sekali.. cm uda beli tiket pesawat dan hotel aja –’
    makasi andini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s