Day 10 (June 14th,2013) Time to come home,Makassar!

Standard

Matahari belum muncul saya dan Indira pagi itu sudah bangun, subuh sekali..jam 4.30 kami telah bangun  dan bersiap-siap.  Yah maklum saja yah, kami harus menempuh kembali perjalanan 40 KM menuju Pelabuhan Padangbai, untung saja kali ini kami tidak harus naik motor menuju Padangbai tetapi diantar mobil oleh salah satu kerabat Paman saya, Om Rahmat. Alhamdulillah..Setelah shalat subuh sekitar pukul 05.15 kamipun berpamitan untuk berangkat ke Padangbai. Namun jarak 40KM bukanlah jarak yang dekat untuk ditempuh walau dengan mobil sekalipun.

bye padang bai...

bye padang bai…

Alhasil untuk membunuh kegaringan saya harus mengajak Om Rahmat ngobrol sepanjang jalan, maka jadilah topik asal bunyi kiri kanan dari ekonomi,politik,sosial,budaya bahkan kriminal saya jadikan bahan obrolan,hahaha..Namun memang beda mobil dengan motor jam 5.45 kami sudah tiba di Padangbai, lebih cepat 45 menit dibandingkan naik motor kemarin. Mungkin saja karena kali ini menggunakan mobil dan yang kedua jalan sangat sepi karena masih subuh. Setibanya disana kami langsung menuju loket tiket dan membayar dengan harga yang sama saat menyeberang dari lombok yaitu Rp 36.000, namun ferry yang kami tumpangi kali ini tak senyaman ferry yang ditumpangi waktu dari lombok. Ruang tunggunya gak terlalu pewe buat tiduran,padahal ngantuk banget cyin. Perjalanan pagi itu sangat indah, karena saat nyebrang dari Bali ke Lombok di tengah laut nampak pemandangan Gunung Agung beserta jejeran bukit disampingnya dan Gunung Ape, wow…Oh ya! Ada satu lagi yang luar biasa, sinyal lancar sampai tengah penyeberangan lho..untuk provider telkomsel (ups..promosi). Untuk perjalanan kali inipun ditempuh lebih lama dikit, total waktu tempuh 4 jam 45 menit, mungkin pengaruh jenis kapal dan ombak kali ya?

gak pewe ah...

gak pewe ah…

gunung agung dari tengah laut, kerennn

gunung agung dari tengah laut, kerennn

sesaat sebelum merapat di pelabuhan lembar,ntb

sesaat sebelum merapat di pelabuhan lembar,ntb

Pukul 11.45 ferry pun merapat di Pelabuhan Lembar,Lombok. Setibanya di Pelabuhan saya dan Indira agak bingung mencari kendaraan umum untuk kembali ke pool Damri di Mataram. Pada awalnya kami agak canggung karena saat tiba kami dihampiri banyak abang-abang, yaa..masih bingung aja ya takut gimana-gimana karena kami gak tahu biaya kendaraan umum ke Mataram. Maka setelah menemukan satu orang yang dianggap meyakinkan, maka kami memutuskan untuk naik angkotnya dengan biaya Rp 20.000/orang sampai pool Damri. Setibanya di pool Damri kami harus menunggu beberapa menit untuk kedatangan Damri. Damri ke bandara berangkat mulai pukul 04.00 dan Damri terakhir berangkat pukul 17.00 dengan harga sangat terjangkau Rp 15.000. Maka kamipun menumpangi Damri yang berangkat pukul 14.00.

jadwal keberangkatan damri airport

jadwal keberangkatan damri airport

Namun di tengah perjalanan Indira melakukan suatu kelalaian, dia melupakan kacamatanya di Pool Damri,duh! Alhasil dia harus menempuh Mataram-Airport di Praya-Mataram-Airport Praya dengan total kurang lebih 90KM,hahaha…untung saja saya bisa stand by untuk melakukan check in. Nah, Bandar Udara Internasional Lombok ini letaknya di luar kota sama seperti Makassar letaknya di Kabupaten tetangga. Karena dulunya bandara lombok letaknya di Kota Mataram. Namun agak sedikit melenceng dari ekspektasi yang berlebihan terhadap bangunan yang di cap internasional, karena banyak sekali ditemukan pedagang asongan di halaman dan beberapa koridor yang sangat jauh dari image internasional, yah mungkin saja karena masih dalam tahap perampungan. Semoga nanti dapat ditata lebih baik.

bandar udara lombok dari luar

bandar udara lombok dari luar

penataan dalam udah bagus lah...

penataan dalam udah bagus lah…

Memasuki bagian dalam Bandara Udara Internasional Lombok nampaknya jauh lebih baik. Sudah memenuhi standar menurutku. Dan ada satu hal yang mencuri pandangan saya saat memasuki ruang tunggu yaitu sunset, yang selama ini terhalang oleh awan. Dari ruang tunggu clear,cantik sekali sunsetnya ditambah gunung rinjani yang juga nampak, menambah kesedihan kalo udah mau balik.hikss…Namun Makassar telah menanti. Liburan yang luar biasa, saya jadi tak sabar untuk petualangan selanjutnya. Sampai jumpa !

kami pulang!

kami pulang!

Cost :

Ferry Padangbai-Lembar : Rp 36K

Angkot Lembar Pool Damri : Rp 20K

Makan siang di pool damri : Rp 12K

Damri Mataram-Airport : Rp 15K

Total : Rp 83K

 

Selesai sudah petualangan saya edisi NTT-NTB-Bali, berikut ini rekap biaya yang saya habiskan :

Hari 1 : Rp 173K

Hari 2 : Rp 171,5K

Hari 3 : Rp 293K

Hari 4 : Rp 32K

Hari 5 : Rp 13K

Hari 6 : Rp 3K

Hari 7 : Rp 555,5K

Hari 8 : Rp 147K

Hari 9 : Rp 174K

Hari 10 : Rp 83K

Sub Total Rp 1.645.000 (3 provinsi ,10 hari)

 

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s