My Super Research!

Standard

Setelah sekian lama menjalani perjalanan hidup sebagai koas yang mayoritas rutinitasnya di Rumah Sakit, akhirnya tibalah saya pada bagian yang memberi kesempatan untuk menikmati dunia luar.Ya! Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Pada bagian ini diberikan kesempatan 2 pekan untuk melakukan hal yang dibahasakan penelitian. Tapi pada kenyataannya  disinilah kesempatan berlibur tanpa harus dinas ataupun jaga namun siklus koas tetap berjalan, uyeahh! Penelitian memang merupakan syarat untuk melewati bagian ini. Hingga saya pun mengambil judul penelitian dengan tema HIV/AIDS. Sebenarnya awal memilih judul ini karena saya punya latar belakang untuk menjalani penelitian di luar Makassar yaitu Bali,hehehe… Rencana ini sebenarnya telah kususun dan persiapkan sejak awal tahun 2012, karena saya telah memperkirakan titik jenuh selama melewati rutinitas sebagai koas dan aktivitas di luar koas. Daann memang saya pun tiba pada titik jenuh tersebut.Fiiuhh.. Tak heran bila saya memperjuangkan agar judul penelitian dan lokasinya disetujui oleh pembimbing dengan jalan mempresentasikannya selebay mungkin.Hingga pada akhirnya berhasil! Judul diterima dan here I come Pulau Dewata…

                Sesampainya di sana, saya pun memulai penelitian yang mungkin lebih tepat saya sebut “petualangan” dan pengalaman yang luar biasa. Dimulai dengan birokrasi atau pengurusan izin penelitian pada pemerintah setempat yang cukup memakan waktu,5 hari bok! Tapi, saya sih senang saja yah karena bisa ke tempat yang sebelumnya tidak pernah saya kunjungi sambil menjelaskan secara gamblang tentang penelitian saya ala peneliti yang sudah pro (padahal amatir aja diragukan,hahaha). Sehingga tanpa sadar saya pun jatuh cinta dan justru serius menjalani penelitian ini. Hal yang saya tidak pernah bayangkan! Rasa penasaran akan tingkat pengetahuan serta pencegahan terhadap kelompok beresiko terinfeksi HIV sangat besar, hal ini yang membakar semangat saya untuk menjalani penelitian ini dengan serius. Metode penelitian saya adalah melalui interview dengan responden, tapiii masalahnya adalah respondennya! Demi mendekati kevaliditasan data pun memberanikan diri mengambil sampel di kawasan prostitusi, mendekati orang bertato dan hobi minum bir (we.o.we..WOW), dan bule-bule yang saya pilih secara random. Tapi, keputusan yang saya ambil tidak semudah pelaksanaannya.Disinilah saya harus memperjuangkan agar data-data kuisioner tersebut terkumpul.

Jeng..Jeng..salah satu lokasi pengambilan sampel yang “Sesuatu!”

kode “x” dibelakang nomor rumah menandakan tempat prostitusi, betapa di kota ini prostitusi sangat terang-terangan…hmm

              Mulai dari nongkrong di hotel, hunting di pantai,dan mengintai suasana kafe malam jadi agenda harian. Sebenarnya saya sangat canggung dengan apa saya yang lakukan, karena saya berbusana dengan sopannya,ya berjilbab. Dan harus gaul di tempat yang sekelilingnya berbusana aw.aw.aw. sambil minum bir. Demi penelitian, saya harus berlaku profesional, keep calm! Baiklah saya pun mulai mengumpulkan sampel mulai dari bule-bule yang lagi nongkrong di pantai saya ganggu ala sales promotion girl nawarin produk (oh no..) Syukurlah dari semua bule yang saya tawari gak ada yang menolak dan mengisi kuisioner dengan senang hati. Namun demi cairnya suasana selama berbincang-bincang dengan mereka, topik yang saya bahas benar-benar sesuatu yang gimana yah? Aneh aja..Soalnya saya membahas tentang bagaimana berhubungan seks yang aman, bagaimana memakai kondom yang benar, menyimpan kondom agar tidak rusak. Hahaha..kayak saya pernah bikin aja. Tapi itulah topik yang menurut saya membuat si bule-bule tertarik untuk menjelaskan sejauh mana pengetahuan dan tindakan mereka dalam mencegah penularan HIV. Seru! Hal yang tak kalah serunya adalah saat harus mengumpulkan data dari kelompok wanita pekerja seks komersil, nah lho! Saya bingung untuk yang satu ini. Gimana caranya mendekati yah? Tidak mungkin kan, saya bela-belain masuk kafe sek.esek demi ngambil sampel..oh..no.no.no!! Untung saja saya punya paman yang menyumbangkan ide dan membantu kesuksesan pengambilan sampel untuk kelompok ini. Maka, menjadikan tukang parkir pada kawasan xxx tersebut  sebagai kurir pengantar kuisioner saya jalani. Setelah saya melakukan pengintaian pada malam hari, saya pun mendekati abang tukang parkir sambil memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud  dan tujuan saya datang ke tempat tersebut. Lagi-lagi dapat respon baik, si abang tukang parkir mau mengantarkan kuisioner pada beberapa wanita malam yang ia kenal. Namun tidak malam itu, besok sore saat mereka baru bangun tidur katanya. Iya sih, gak mungkin juga sekarang kalee abang. Yes! berhasil lagi ngumpulin data yaa walaupun harus mengorbankan 2 bungkus rokok gak papalah. Dan salah satu pengalaman mengumpulkan data adalah saat harus memberanikan diri mendekati beach boys atau cowok-cowok yang menawarkan papan surfing dan menjual minuman di sepanjang pantai yang rata-rata bertato. Pada awalnya sama seperti yang lain, canggung aja.. akhirnya saya pun mendekati dengan sok ramah,daan hal yang saya takutkan terjadi. Muka mereka bingung dan agak datar setelah saya memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan saya. Aduhh,,bagaimana ini? Otak harus bekerja cepat untuk segera mencairkan suasana! Akhirnya menyinggung suasana pantai, tanya kabar, sampai  mancing dengan pernyataan bahwa kejadian HIV di Bali menempati posisi kedua yang tertinggi di Indonesia. Dan akhirnya ekspresi yang saya harapkan muncul juga.fiiuuhh..

Nah,memberanikan diri di antara beach boys di pantai kuta,demi sampel!

mengganggu mba bule yang lagi santaii,excuse me miss 😀

Banyak pengalaman yang tak terbayang sebelumnya saya lewati selama mengumpulkan data penelitian. Sehingga tanpa saya sadari, ternyata meneliti itu menyenangkan dan sangat menarik. Padahal saya sempat mengambil 2 kali mata kuliah metodologi penelitian,hahaha. Ya, itulah jalan hidup tanpa disadari tiba-tiba kita jatuh cinta dengan apa yang kita lakukan. Saya pun berharap hasil penelitian ini segera rampung dan membawa saya lulus bagian ini dengan nilai memuaskan,Amin. Dan terakhir, bermimpi menjadi peneliti yang gak abal-abal alias profesional?? Kenapa tidak?? I will be,Aamin..

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

4 responses »

  1. assalamualaikum, maaf mbak, boleh minta kontaknya ngga? mau ada yang ditanyakan seputar koass di universitas hasanuddin, kebetulan saya juga mahasiswa kedokteran di universitas mulawarman, bisa kan mbak? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s