7×24 Jam Denyut Kehidupan Di Instalasi Rawat Darurat

Standard

Sbelumnya saya merasa bersalah juga agak “cuekin” blog yg masih dalam tahap perkembangan ini..

Tapi apalah daya, waktu memang tidak memungkinkan..

Nah, mumpung punya waktu saya mau cerita tentang pengalaman seminggu di bagian bedah yang baru saja saya masuki.

Here we Go!

Day 1:

Minggu pagi, 26februari2012 adalah hari pertama saya memasuki bagian bedah pada pendidikan klinik yang sedang saya jalani. Bagian ini berlangsung selama 11minggu (panjang toh). Minggu pertama saya harus mengikuti “pemanasan” agar bisa merasakan “feel” bagian ini yaitu dengan bertugas 7x24jam alias seminggu full..Tapi saya sangat excited saat akan memulai bagian ini karena memang sejak dulu saya sangat tertarik dengan bagian ini  (I swear for a thousand!). Yah seperti yang kalian tahu IRD merupakan lini terdepan dalam menerima pasien baik emergency maupun non emergency. Tapi buat bagian bedah,yaaaa…mayoritas pasiennya emergency dong. Hari pertama menjalani tugas sebagai dokter muda atau istilah humble nya “adek koas” bagi saya asyik juga. Soalnya disini dilatih untuk melakukan tindakan intervensi pada pasien seperti memasang infus,kateter urin, mengambil sampel darah, bahkan menjahit luka. Ya, hal simple tapi membutuhkan keterampilan untuk mengasahnya. Menarik memang karena pada bagian sebelumnya tindakan yang sering dilakukan hanya sebatas follow up tanda vital *bosan*. Itulah salah satu sisi di bagian ini. Namun hari pertama memang menjadi warming up. Kami harus mengikuti visite dokter dan wajib menghapal kasus pasien (istilahnya dinyanyikan) dan selanjutnya direspon seputar kasus tersebut,wow! Ampun Dok! Di hari pertama visite, saya bertemu dengan 2 tipe residen. Ada yang setiap pasien selalu memberi ilmu alias menjelaskan seputar penyakit (ini nih yang saya suka) tapi ada juga yang menyebalkan tahunya tanya-tanya melulu degan nada nyaris underestimate tapi justru gak jelasin apa-apa (halahh..banyak bacrit). Hari pertama ini juga seolah-olah kami disambut,  pasien ird bedah membeludak. Gak pasien korban kecelakaan lalu lintas eh ada rombongan korban bencana putting beliung yang dirujuk. Hari ini memang betul-betul pemanasan yang betul-betul memanaskan dan menyiksa betis.

Day 2:

Hari kedua yaitu hari senin yang juga merupakan hari kerja. Pagi-pagi saya dan teman seminggu di bagian ini sudah harus kasak kusuk menghapal kasus pasien lama dan baru untuk dinyanyikan saat di visite oleh residen senior. Tak ayal beberapa “diblender” dengan suksesnya karena tidak menghapal kasus pasien. Katanya sih disini memang kehidupannya keras, jadi kami akan terbiasa dengan nada tinggi dan tegang.ow.ow.ow..untung saya udah biasa (he..he). Seperti hari sebelumnya hari ini menjalankan tugas sebagai koasisten sang dokter hingga pukul 3 dini hari. Panjang kan? Yah begitulah yang terjadi.

Day 3:

Hari ketiga. Harus puas dengan tidur 3,5 jam karena harus melanjutkan kerjaan seperti hari-hari sebelumnya.  Seperti biasa setiap pagi hari mengikuti visite dan diabsen. Yah, begitulah. Untung saja IRD pada pagi hari sepi jadi bisa ganti-gantian untuk izin mandi dan menyempatkan curi-curi tidur (hehe). Hari ketiga akhirnya semakin banyak mengenal residen-residen. Menurutku residen di bagian ini variatif, tapi mungkin karena mayoritas residennya laki-laki jadi sebagai koas cewek saya merasa banyak yang baik. Hahaha.. (tanda-tanda melting..gawatt!) Salah satu contohnya saat hendak mengantar pasien untuk di ct scan sambil mendampingi teman yang mendorong brankar saya membantunya menarik oksigen transpor,eh tiba-tiba ada residen langsung mengambil oksigen transpor dari tangan saya dan bilang “aduh adek,gak usah kamu.nanti kamu capek..” hahahahaha (dok,kerjaan saya kalee..kalo maksud Anda menebar pesona,baiklah saya kena tebarannya 😀 )

Day 4:

Yihaa! Mari kita menghabiskan seafood anugrah ini!

Mirip seperti hari sebelumnya, rutinitas pagi sama. Tapi yang spesial hari ini adalah karena wiwi,salah seorang teman minggu, mendapat kunjungan mamanya dan membawa 2 set rantang seafood..ih waw! Party seafood cyinn..cumi tumis, udang goreng, udang tumis, plus sayur santan..aww..serasa makan di rumah makan paotere,dan pastinya gratis 🙂 . Baiklah energi sudah penuh, siap kembali menjalankan tugas. Pada malam harinya, ada pasien dengan luka pisau menancap di perutnya (wauw)..setelah saya tanya, ternyata pisau itu hasil lemparan istrinya. Ckckck.. katanya sih bumbu rumah tangga. Tak lama berselang, ada lagi pasien dengan efek pisau alias habis ditikam..aduh aduh..kenapa sih ini orang-orang sukanya main pisau malam-malam.

Day 5:

Hari ini saya mendapat giliran untuk mengikuti kegiatan operasi emergency. Tapi entah kenapa, kok justru gak ada pasien yah? Padahal saya udah semangat. Huff.. Oh ya, ada juga suatu keanehan pada hari ini. Biasanya dokter visite pagi-pagi yaa jam 7 pagi lah. Tapii, ada seorang residen yang ngumpulin kami visite jam 12 malam! Nah lho? Gak ngerti saya sama pola pikir residen yang satu ini, apa coba gunanya? Justru mengganggu pasien yang sudah istirahat 😦 . Memang setiap orang punya karakter yang beda-beda yah, tapi yang satu ini gak bakal saya contoh deh. Useless.

Day 6:

Semakin dekat dengan penguhujung tugas. Hari ini saya mendapat kunjungan mama dan adik saya yang akan pamitan ke luar kota. Sedih juga hari ini karena tidak bisa mengantar adik yang akan berangkat, padahal dia akan pergi untuk waktu yang lama. Apalah daya, mungkin inilah salah satu gambaran kecil pengorbanan dalam memilih jalan sebagai seorang dokter.

03.00 am - koas ird udah mulai terkapar 😀

Day 7:

Akhirnyaaa hari terakhir. Yah karena hari terakhir, seolah-olah fully charged! Semangat membara, ohohohoh.. Saking semangatnya hari ini saya mengikuti operasi yang panjang yaitu jam 02.00-08.00pagi! Alhasil keesokan harinya saya terkapar di kamar koas.

Yah, begitulah 7 hari yang menyenangkan di Instalasi Gawat Darurat. Selanjutnya saya akan memasuki berbagai subdivisi di bagian ini. Semoga bisa menimba ilmu yang banyak!

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

7 responses »

    • itu baru koas loh..kalo residen bedah 30×24 jam jadi penghuni ird.. hahah.. emang bagian bedah unhas katanya teman2 dari universitas lain salah satu yang paling berat..tapi so far, asal niatnya nimba ilmu bakal enjoy kok.. >o<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s