Koas Radiologi : Jadi dokter harus belajar membaca yang baik & benar!

Standard

Sampailah ke bagian dimana seorang dokter muda a.k.a koas mempelajari tentang berbagai jenis foto (x-ray,ct scan,mri,dll) yang digunakan untuk membantu menegakkan diagnosa seorang pasien. Sebagai langkah untuk memperdalam ilmu radiologi maka seorang koas harus membuat sebuah referat yaitu karya tulis menyangkut suatu penyakit. Saat itu saya mendapat referat dengan judul Osteosarkoma. Referat tidak asal dibuat begitu saja namun harus dikoreksi oleh residen (dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis radiologi) hingga disetujui oleh supervisor radiologi (udah spesialis nih) dan inilah saat yang paling mendebarkan. Saat itu referatku sudah selesai dikoreksi oleh resdiden dan waktunya untuk menemui supervisor. Dag..dig..dug prett. Tak disangka menemui supervisor bukanlah asal datang dan menerima tanda tangan sebagai bukti referat tersebut sudah siap untuk saya bawakan pada ujian radiologi. Namun saat menemui beliau saya dihujam berbagai pertanyaan seputar referat tersebut seolah-olah sudah ujian.Oh mai, saya gak siap dokkk.

“Apa ini” “Kenapa begitu?” “Letaknya dimana”.

Untunglah pada beberapa pertanyaan saya selamat, hingga tiba pertanyaan

“Apa diferensial diagnosis penyakit ini?”,

pelan-pelan saya menjawab “kondrosarkoma dok”

“trus apa lagi?”

“ewing sarkoma dok”

sang dokter seperti gak dengar “apaaa?”

“ewing sarkoma dok”

Sepertinya dia tidak puas, saya coba menjawab ulang dengan asumsi bacanya salah

“i-waing sarkoma dok? I-wing sarkoma dok?”.

Setelah meneruskan ocehan yang semakin gak jelas saya pun disuruh keluar

“ahh..kamu itu. Keluar sana coba cari tahu bacanya apa?”

Sumpah!gara-gara ejaan ,hidup terlunta-lunta begini. Untungnya saat itu ada seorang residen radiologi di ruang sebelah, dengan wajah memelas saya pun mengetuk ruangan

“Permisi Dok, bisa saya minta tolong”

Dan untung dokternya baik “Iya dek kenapa?”

Sambil menunjukkan tulisan ewing sarkoma saya pun bertanya “Sebenarnya ini bacanya apa dok?” . Dengan santainya si dokter menjawab “Ohh..kalo itu bacanya Yu Wing Sarkoma dek”.

Haaahh apaah? Dari mana ke mana tuh ewing di baca yuwing,oh em ji.. Dan akhirnya setelah meralat jawaban tersebut saya pun kembali ke ruang koas radiologi dengan hati tenang. Saat sedang duduk dalam ruangan, tiba-tiba datanglah seorang senior menghampiri dan bertanya

“Dari man dek? Capekmu kelihatan..”

“Iya kak,dari dr.A buat acc referat”
“Apaa dr.A?? pengujiku ituuuu dek!”

“Hah? Iya kak,wahh..Trus referat ta apa kak?”
Dengan santai si kakak bilang “Ewing Sarkoma dek!”

Tiba-tiba terbayang baru mau ujian dia udah di usir.

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s