Koas Neuro : Mengertilah jeritan hatiku Dok!

Standard

Bagian neuro atau yang sebenarnya  lmu penyakit saraf. Bagian yang rata-rata pasiennya stroke (yah kebanyakan sih kasus itu). Bagian ini paling menyita waktu koas, baik yang dinas maupun jaga. Karena pasien dengan stroke rata-rata dan emang hampir semuanya di pantau ketat tanda vitalnya ada yang per jam, setengah jam atau bahkan per 15menit (sampe-sampe spigmo nempel di lengan gak dilepas). Tidak hanya itu pasien di bagian ini sering bikin surprise, barusan di follow up, eh..tiba2 sudah gak ada alias udah menghadap Sang Kuasa. Selain hiruk pikuk follow up dan pasien yang tiba-tiba menghadapNya yang membekas diingatanku mengenai bagian ini adalah karena di bagian ini nyariss saja saya harus digantung a.k.a tidak boleh ikut ujian supaya bisa keluar dari bagian ini (hu..hu..hu).

Jadi awal ceritanya bermula karena ketidakhadiran saya pada pertemuan kedua dengan pembimbing karena saat itu saya sedang jaga di IRD. Sebenarnya galau juga sih waktu itu, karena waktu itu jaga sendiri dan dihadapkan dengan pasien yang keadaan umumnya jelek,kesadaran mulai terganggu plus hematuri gara-gara ruptur uretra *auch* lengkap deh… Alhasil saya lebih memilih tanggung jawab alias jaga daripada memilih kewajiban yaitu menghadap pembimbing dengan pertimbangan sudah ada 2 orang perwakilan kelompok menghadap.Nah,ternyata sang residen pembimbing gak terima, dia ternyata marah dan mau melaporkan saya ke Gubernur Koas. Nasib jadi koas, serba salah cuy. Tinggalin jaga pasiennya ntar kenapa-kenapa. Tinggalin koreksi referat eh si residen ngambek dan mau lapor di Gubernur Koas.Karena saya gak mau dilapor, makanya saya bela-belain ke rumahnya yang nun jauh di sana pake angkot plus jalan kaki pula. E..eh sampe di sana sepertinya dia tidur pulas deh seharian dinas, saya pun nunggu dengan setia dari siang ampe matahari terbenam depan rumahnya. Tapi buntutnya pas udah ketemu, dia tetap aja marah.Ya sudah, saya pun pasrah. Tiba pada hari pengundian penguji, saya masih harap-harap cemas apakah masih dibiarkan ujian atau nasib tergantung di bagian ini. Saat sedang menunggu di depan kantor bagian neuro bersama teman-teman yang hendak ujian,tiba-tiba gubernur koas keluar ruangan dan berkata.

“Yang mau ujian,silahkan kumpul berkasnya..kecuali andini menghadap sama saya dulu”

Oh..em..ji ternyata betul,si residen melapor. Baiklah saya pasrah,secaraa saya merasa gak salah.  Saya pun menghadap dengan wajah memelas

“Iya dok,maaf dok..ada apa dok?”

“Katanya kamu bermasalah yah sama pembimbing kamu?”

Wahh.. sumpah semoga si residen pembimbing gak mendramatisir keadaan. Saya lalu menjelaskan keadaannya.

“Iya Dok. sebenarnya saat itu bukannya saya tidak mau menghadap tapi saya sedang jaga IRD sendiri dan saya minggu paling senior yang jaga Dok. Sedangkan saat itu ada pasien yang keadaannya jelek Dok, delirium dan hematuri karena ruptur uretra,mmm..kayaknya dokter deh yang terima di IRD pasti dokter tahu pasiennya. Akhirnya saya lebih memilih tanggung jawab daripada kewajiban”

Nah! Untung saya ingat saat itu yang terima pasien si residen yang juga Gubernur Koas, memang di setiap niat baik ada perlindungan Allah.

Akhirnya si gubernur koas hanya mengangguk dan berkata

“Oh..begitu ceritanya,ya sudah sini berkas kamu. Siap-siap buat undi penguji”

Senangnyaaa, serasa pengen peluk si gubernur koas karena udah selamatkan hidupku di bagian ini. Akhirnya saya pun ujian dan mendapat penguji yang baekk banget,heheheh.. daann bubye dokter pembimbingkuuu daaaahhh a big wave hand for you!

Wah,jadi curhat nih 😀

Advertisements

About celotehsihijau

Hi saya Andini Afliani Putri, Bisa dipanggil andini  tapi entah kenapa banyak yang manggil Digon.. Seorang pelayan kesehatan rakyat yang lagi bekerja di salah satu sudut Kalimantan, di Kutai Kartanegara. Pembelajar seumur hidup yang berjuang meraih JannahNya.. Pemimpi yang terbangun untuk mewujudkan sang mimpi.. Penulis yang lebih banyak tidurnya.. Petualang yang kadang masih terkekang.. Sangat cinta traveling, petualangan,  budaya, wisata kuliner, mountaineering, nyanyi (suara pas kurang dikit  :p), saat ini berupaya mengembangkan kecintaan dalam menulis khususnya travel writing, dan bekerja untuk kemanusiaan Bagi yang ingin bertukar info atau sharing apa aja  bisa  kok ketemuan di : FB : Andini Afliani Putri Twitter : @AndiniAfliani Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s